text maarque kanan

INGATKAN DIRIMU UNTUK MENGATUR SEGALA SESUATU SUDAH DI ATUR ALLOH

salju

Minggu, 01 April 2012

Menempatkan Sound pada Frame

Menempatkan Sound pada Frame

Langkah-langkah membuka file:

1. Select File --> Open, maka akan keluar dialog box untuk memilih file.
3. Pilih file tweening_shape.fla
4. Klik Open, maka gambar ditampilkan pada work space.
5. Select File --> Import
6. Select format file AIFF, WAV, MP3
7. Klik Open
8. Select Window --> Library, untuk memeriksa file tersebut sudah masuk ke dalam Flash
9. Select Insert --> Layer, untuk menempatkan sound pada layer
10. Pada layer Sound pilih frame ke-15
11. Select Insert --> Keyframe,
12. Dengan sound layer dan keyframe tersebut, drag sound dari Library ke Stage
13. Select Control--> Play

Menempatkan Sound pada Layer

Langkah-langkah import sound:

1. Select File --> Import
2. Select format file AIFF, WAV, MP3
3. Klik Open
4. Select Window --> Library,
untuk memeriksa file tersebut sudah masuk ke dalam Flash
5. Select Insert --> Layer, untuk menempatkan sound pada layer
6. Dengan sound layer tersebut, drag sound dari Library ke Stage

Kita dapat menempatkan multiple sound pada layer, atau pada layer yabg beruisi
obyek lain. Disarankan setiap sound ditempatkan pana layer yang terpisah.
7. Select Window --> Panel -> Sound
Pada Sound panel pilih sound dari pop-up menu
8. Select Control--> Play

movie clip


perintah – perintah dasar yang sering digunakan pada
pemrograman animasi
onEnterFrame = function () {
lingkaran._x = random(400);
lingkaran._y = random(400);
};

lingkaran._x = 200;
lingkaran._y = 200;

//merubah panjang movie clip persegi menjadi 300
persegi._width = 300;
//merubah lebar movie clip persegi menjadi 200
persegi._height = 200;

//nilai_tampil sebagai dinamic teks
onEnterFrame = function () {
nilai_tampil = random(10);
};

//perintah yang dijalankan ketika movie clip persegi berada pada frame ini
persegipanjang.onEnterFrame = function() {
//rotasi movie clip ini ditambah 10
this._rotation += 10;
};

//masukkan movie clip berlinkage lingkaran ke dalam stage dengan
nama baru bundar pada level kedalaman 1 serta terletak
pada koordinat x 150 dan y 150
attachMovie(“lingkaran”, “bundar”, 1, {_x:150, _y:150});

//menghentikan jalannya frame
stop();
//ketika pindah_btn ditekan
pindah_btn.onPress = function() {
//mainkan frame 1 Scene 2
gotoAndPlay(“Scene 2″, 1);
};

//ketika tombol load_btn ditekan
load_btn.onRelease = function() {
//tampilkan objek.swf di stage dengan kedalaman 1
loadMovieNum(“objek.swf”, 1);
};
//ketika tombol unload_btn ditekan
unload_btn.onRelease = function() {
//hapus objek hasil loadMovie
unloadMovieNum(1);
};

waktu = 0;
onEnterFrame = function () {
waktu++;
if (waktu == 15) {
waktu = 0;
simerah = attachMovie(“lingkaran_merah”, “lingkaran_merah”, _root.getNextHighestDepth(), {_x:random(400), _y:random(400)});
}
};

wfpic.onRelease = function() {
getURL(“http://http://martohasugian.wordpress.com”, “_blank”);
};

Tidak ada komentar:

Posting Komentar